Kisah Perempuan di dalam Bis - Tetap Bersyukur dalam Ujian


Suatu ketika saya mengalami kecelakaan di dalam sebuah bus. Rem mendadak membuat semua penumpang terjungkal. Saya sendiri hanya sedikit terbentur besi di depan kursi, meski lumayan pusing, masih bisa mengendalikan diri.

Namun, perempuan di depan saya jatuh cukup keras. Tangannya terkena besi pintu hingga berdarah, tubuhnya memar, dan wajahnya pucat menahan sakit. Saya bisa membayangkan betapa perih, pusing, dan pegal yang ia rasakan.

Ajaibnya, ketika bus berhenti, perempuan itu justru tersenyum sambil berkata:
“Alhamdulillah, Rabb kita baik sekali.”

Saya heran, bagaimana mungkin dalam kondisi luka parah ia masih bisa bersyukur? Ketika saya tanya, ia menjawab:
“Bukankah Rasulullah bersabda, apabila Allah mencintai seorang hamba, maka Dia akan mengujinya? Ini tanda cinta Allah kepada kita.”

Jawaban itu membuat saya tertegun. Ia melihat Allah dalam segala hal: dalam sakit, dalam tangis, bahkan dalam pahitnya hidup.

Mereka yang tetap bersyukur meski diuji sakit dan kepahitan, akan lebih mudah lagi bersyukur ketika Allah beri kenikmatan. Mereka adalah orang-orang paling bahagia.

Maka, jika ingin menjadi perempuan berkelas—berkelas surga—milikilah iman yang kuat. Yakinlah bahwa tidak ada sesuatu pun terjadi kecuali dengan izin Allah, dan semua yang terjadi adalah bentuk terbaik dari kehendak-Nya.

By : Ustadzah Halimah Alaydrus

Comments

Popular posts from this blog

Bersihkanlah Hati, Wahai Diri!